Alkisah di acara festival jazz semalam, saat saya dan kiko sedang dengan syahdunya menikmati alunan musik LLW, kami mendapati sebuah gangguan ilusi janggut.
Terdamparlah seorang lelaki (belum tua-tua amat) duduk disamping saya. Seketika saya langsung bisa tahu apa hobi beliau. Tak lain adalah melintir-lintir janggutnya yg cukup panjang dengan frekuensi tak hingga. Campur aduk rasanya. Oh no oh yeah. Layar besar ada disebelah kiri kami, sama halnya dengan lelaki itu. Hasilnya adalah: layar bersiluetkan janggut pelintir.
Betapa. Saya dan kiko tak kuasa menahan tawa.
Dan diakhir acara beliau bertemu dengan kawannya (seorang perempuan) DAN mengajaknya bersalaman.
(Adegan pucat pasi)
Betapa. Saya dan kiko tak kuasa menahan tawa(lagi).
Wahai lelaki, tertibkan janggutmu.
Salam,
Dhea
“Butterflies can’t see their wings. They can’t see how...
Zoya Kristen
“Aku tak butuh televisi, karena aku punya...
An Eastern Asian legend originating in China and also...